Minggu, 04 Januari 2009

Communist manifesto in term of class struggle(Karl Mark)

oleh: Anisatum mutik Handayani




Dalam dunia materialisme mengatakan, dunia adalah materi. Segala fenomena yang ada di dunia ini terbagi atas materi dalam mosi pergerakan, atau dapat dikatakan pula bahwa dunia ini exis diluar jangkauan persepsi manusia, bergerak secara bebas dan independen. Sedangkan kerangka pemikiran adalah sebuah refleksi atau pantulan dunia materi di dalam otak, dan teori yang menentang materialisme adalah Idealisme

Karl marx, sosok pemikir barat yang lahir pada tahun 1818 adalah keturunan Yahudi penganut christianity akan tetapi pada akhirnya menganut paham atheis (tidak bertuhan), yang dikarenakan faktor keluarga dan pergolakan sosial yang terjadi pada masa itu.

Di tahun 1848 marx, mengambil peran di Jerman dalam revolusi perancis yang mengharapkan pada revolusi sosial. Dalam bukunya "communist manifesto" dipresentasikan sebagai analisis sejarah yang mengarah pada pembebasan kasta (tingkatan) dalam sosial masyarakat (class struggle).
Dalam teorinya historical materialism suatu metode yang mencatat pada perkembangan dan perubahan yang terjadi pada sejarah peradaban manusia sesuai dengan perkembangan material ekonomi.

Konsep awal yang paling mendasar menurut karl marx adalah segala perubahan yang terjadi dalam sosial masyarakat disebabkan oleh struktur ekonomi pada sosial masyarakat tersebut. Sebuah ekonomi yang unggul akan membentuk pada sebuah agama, philosophy, politik yang akan mewarnai seluruh sosial masyarakat. Sistem perekonomian hanya akan berjalan pada titik sejarah peradaban manusia.

Ketika Marx, mempresentasikan teori ini, dia hidup dalam masa Revolusi post-Industrialisasi.disitu terdapat sosialisasi industri yang tampak jelas yaitu adanya pergolakan dan pertentangan antar kalangan kelas bawah yang muncul di lingkungan masyarakat tersebut. Orang-orang kelas bawah (the lower class) di masyarakat menginginkan posisi orang-orang kelas atas (the upper class). Sedangkan golongan kelas atas menginginkan posisi yang lebih tinggi lagi berpacu pada pendapatan dan hasil yang lebih tinggi pula.

Marx menentang adanya sistem class struggle yang telah menjamur di masyarakat, dia menginginkan terbentuknya classless sodiety yang berarti bahwasanya masyarakat tidak harus saling bertentangan diantara tingkatan yang ada dalam masyarakat tersebut. Marx lebih fokus dan menekankan pada titik sebab terjadinya penderitaan masyarakat terhadap pembagian tingkatan dan kelas sosial (suffering of the devision of society), sedangkan untuk meminimalis tingkatan sosial dan mengeksploitasi antara manusia dengan manusia dibutuhkan sebuah pemikiran yang logis dan sistematis demi terwujudnya sebuah perubahan dalam sosial.

Sebuah masyarakat yang ideal menurut marx adalah, bebas berkembang dari setiap keinginan masing-masing individu yang ada, sehingga dapat terbentuk kondisional masyarakat dan kebebasan diseluruh aspek dalam tahap kemajuan soaial. Orang-orang tidak lagi berpacu dalam penurunan class struggle, akan tetapi mereka berusaha untuk menemukan jawaban, kenapa manusia mengeksploitasi manusia lainnya dan kenapa tingkatan sosial harus ada dalam masyarakat.

Gagasan dan pemikiran Marx yang paling utama, harus mampu memahami asal dasar dan alasan dalam sosial, mampu mengeleminasi serta dapat mengaplikasikannya pada ilmu pengetahuan untuk menyerukan classless society sebagai solusi dari class struggle yang ada dalam masyarakat.
Selanjutnya pendapat Marx dalam teori materialisme kemanusiaan mengatakan, manusia harus produktif di dalam menjalani hidupnya, dapat dirumuskan; model produksi mempunyai dua aspek besar yaitu forces of production dan yang kedua relation of production.

Forces of production merupakan alat, tenaga kerja, kekuatan, tehnik dan tradisi yang digunakan manusia dalam proses berproduksi. Itu berarti, seberapa besar tenaga kerja yang digunakan dalam memproduksi sebuah produk atau tehnik dan tradisi apa yang digunakan dalam berproduksi, sehingga mampu bersaing diantara masing-masing individu dalam memproduksi barang yang berharga.

Dilain pihak, relation of production merupakan relasi antara manusia terhadap obyek dalam memasuki organisasi dunia produktifikasi kehidupan. Masing-masing individu mempunyai proses dan tehnik yang berbeda, demikian pula sistem yang digunakan dalam berproduksi, sehingga terjadilah adanya pertukaran barang satu dengan yang lain. Mereka harus mempunyai sistem ekonomi untuk mengatur produksi hidup bermasyarakat, yang strukturnya berbasis pada ekonomi.
Relasi dalam berproduksi merupakan faktor dasar dalam history, adanya kejadian-kejadian yang dominan dalam sosial. Jikalau forces of production berubah, maka eksistensi sebuah relasi berproduksi menjadi tidak sesuai dengan perubahan tehnik. Sehingga, perubahan yang terjadi pada forces of production akan berakibat pada relation of production. Orang tidak lagi menggunakan tehnik lama, akan tetapi menggunakan tehnik baru yang lebih canggi dan berproduksi.

Pergantian dalam relasi produksi akan membawa perubahan dalam transformasi kepemilikan. Golongan ini, akan menolak terhadap golongan kelas atas yang datang menentang serta memberontak untuk mengambil posisinya kembali. Sehingga, secara garis besar dapat dirumuskan sebagai berikut:

Change in forces of production = change in relation of relation of production;
change = transference of power/ownership - resistence - REVOLUTION.

Maka, perubahan ini akan membawa pada sebuah revolusi dalam sosial masyarakat. Teori Marx secara umum mengulas tentang sebab dan alasan dari penderitaan golongan kelas bawah dalam sosial, sedangkan cara untuk menghapuskanya adalah dengan sistem classless society.

Menurut pandangan Islam, terdapat beberapa kesalahan pemikiran dan konsep (false consciousness) yang tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan pemikiran islam secara umum. Tuhan, secara menyeluruh Marx tidak mengakui adanya Tuhan, sedangkan tuhan merupakan power dan berperan paling dominan dalam sistem perubahan ini. Segala perubahan yang terjadi di dunia ini telah tertulis oleh Allah tuhan semesta alam, sedangkan Marx mengatakan relation of production atau factor of productin membawa pada perubahan dalam sejarah dan peradaban manusia bukan yang lain.

Marx melupakan peran penting agama, bahkan menolaknya dan mengatakan agama adalah opium (candu masyarakat) yang menekan manusia, ini merupakan kesalahan terbesar dalam teorinya yang tidak dapat diterima secara rasional, ia mempresentasikan bahwa agama hanyalah sebagai alat penekan untuk menekan dan dan memaksa para buruh kelas bawah.sehingga menurut dia, tidak diperlukannya agama untuk mengubah sistem dalam classless society. Pada kenyataanya classless society ini tidak akan pernah terwujud dalam sejarah.

"Creative ideas" juga mempunyai peran yang akan membawa perubahan dalam sosial kehidupan, akan tetapi lagi-lagi Marx menyangkalnya dan tidak mengakuinya.ia hanya berpendapat bahwa perubahan yang terjadi hanya tertumpu pada dua aspek ekonomi saja.

Dilain pihak ada satu aspek positif pemikiran marx dalam filsafat, kita tidak dapat mengubah suatu struktur sosial tanpa adanya susunan ekonomi dalam sosial tersebut. Merupakan suatu kesuksesan besar yang petut dibanggakan karena filsafat Karl marx telah diterima oleh berbagai negara seperti Cina dan Rusia yang intinya bertujuan pada pembebasan sosial dari pertentangan antar kalangan dan tingkatan dalam sosial. Beberapa personality yang berbeda dapat diambil dari ideologi Karl marx kemudian diimplementasikan dalam negara, membawa pada perubahan yang nyata. Washalallahu ala sayyidina muhammad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar